Fakta Mengenai Invermectin untuk Obat Terapi Covid-19

Obat antiparasit yang bernama “Invermectin” ini mulai diperbincangkan akhir-akhir ini. Pasalnya obat cacing satu ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk terapi Covid-19.

Izin BPOM telah disampaikan pada Senin, 21 Juni lalu. Namun, obat ini adalah obat berbahan kimia, jadi akan tetap memiliki efek samping.

Ini adalah beberapa fakta yang perlu Anda ketahui mengenai invermectin:

1. Invermectin bukan obat Covid-19

Fakta yang pertama adalah invermetin bukanlah obat Covid-19. Menteri BUMN Erick Thohir telah menegaskan bahwa invermectin bukanlah obat Covid-19, namun obat ini adalah obat terapi untuk Covid-19.

2. Memiliki efek samping

Fakta yang kedua adalah memiliki efek samping, seperti yang kita tahu bahwa invermectin adalah obat berbahan kimia, maka obat ini juga memiliki efek samping.

Efek samping dari invermectin:

· Demam

· Diare

· Nyeri otot/sendi

· Pusing

· Sembelit

· Sindrom Stevens-Johnson

· Mengantuk

3. Invermectin tergolong obat keras

Fakta yang ketiga adalah invermectin tergolong obat keras. Karena obat ini termasuk obat keras, maka hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Penggunaan obat ini tanpa adanya indikasi medis dalam jangka Panjang dapat menyebabkan efek samping.

4. Mengapa bisa menjadi obat terapi Covid-19

Mengapa invermectin dapat menjadi obat terapi Covid-19? Dalam uji in-vitro di laboratorium, invermectin terbukti memiliki potensi antivisrus.

Uji tersebut dilakukan untuk menemukan obat baru atau obat yang sudah digunakan untuk penyakit lain, tetapi didguga memiliki potensi untuk pengobatan Covid-19 sebagai obat terapi.

Itulah beberapa fakta mengenai invermectin. Selalu jaga kesetahan dan stay safe everyone!

Komentar (0)

Komentar