Apa Perbedaan Karantina dan Isolasi?

Hidup berdampingan dengan Covid-19 membuat kita semua menjadi terbiasa dengan istilah-istilah baru. Seperti contohnya adalah karantina dan isolasi.

Mungkin awal masa pandemi membuat kita bingung dengan hal-hal baru, namun saat ini pasti semua telah terbiasa.

Tahukah Anda jika sebenarnya istilah “karantina” dan “isolasi” itu berbeda, meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama.

Karantina adalah upaya memisahkan seseorang yang terpapar Covid-19 baik dari riwayat kontak atau riwayat bepergian ke wilayah yang terjadi transmisi komunitas. Karantina tetap dilakukan meskipun belum menunjukkan gejala apapun atau sedang dalam masa inkubasi.

Seseorang bisa dinyatakan selesai masa karantina apabila exit test pada hari kelima memberikan hasil negatif. Sedangkan jika exit test positif maka dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi.

Sedangkan isolasi adalah upaya memisahkan seseorang yang sakit membutuhkan perawatan Covid-19 atau seseorang yang telah terkonfirmasi Covid-19. Tujuannya sendiri adalah untuk mencegah penularan.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melakukan karantina atau isolasi?

Karantina biasanya dilakukan sejak seseorang tersebut dinyatakan sebagai kontak erat dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19 selama 14 hari sejak kontak terakhir.

Karantina sendiri dapat diberhentikan apabila selama masa karantina orang tersebut tidak menunjukkan gejala.

Sedangkan isolasi dilakukan sejak dinyatakan sebagai orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kriteria selesai isolasi pada kasus pasien yang terkonfirmasi Covid-19 biasanya menggunakan gejala patokan utama, yaitu:

· Kasus terkonfirmasi yang tidak bergejala, isolasi dapat dilakukan sekurang-kurangnya 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

· Pada kasus terkonfirmasi yang bergejala, isolasi dapat dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas dari gejala demam dan gangguan pernapasan. Sehigga untuk kasus-kasus yang mengalami gejala selama 10 hari atau kurang harus menjalani isolasi selama 13 hari.

Komentar (0)

Komentar