Mitos atau Fakta Berenang dapat Menularkan Covid-19?

Selama masa pandemi banyak tempat-tempat yang harus tutup guna menekan laju penyebaran virus Corona.

Salah satu tempat umum yang tutup adalah kolam renang. Karena memang sejak saat masa pandemi banyak orang yang ragu berenang di kolam renang umum.

Virus Corona dapat menular melalui droplet atau percikan liur dari pengidap, selain itu juga bisa melalui benda-benda yang telah terkontaminasi.

Namun, mitos atau fakta jika virus Corona dapat menular saat berenang? Yuk cari tahu kebenarannya!

Covid-19 umumnya menyerang pernapasan yang ditularkan melalui percikan air liur dari pengidap saat sedang bersin atau batuk.

Tetesan liur ini dapat menular dengan sangat cepat melalui hidung, mata, atau mulut seseorang. Nah, jadi berita yang beredar mengenai berenang dapat menularkan virus Corona adalah mitos.

Ahli virologi dari Imperial Colege London menemukan bahwa kolam renang yang mengandung klorin membantu virus Corona hanya dlam waktu 30 detik.

Temuan dari ahli ini menunjukkan bahwa risiko penularan Covid-19 melalui renang bisa dibilang cukup rendah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa kolam rennag yang dirawat dengan benar, maka klorin dalam air dapat membunuh dan membantu mencegah penyebaran virus Vorona.

Hal ini masuk akal, karena sampai saat ini tidak ada bukti bahwa virus Corona dapat menyebar ke manusia melalui air dalam kolam renang.

Profesor Wendy Barclay, Imerial College telah melakukan eksperimen di laboratorium penahanan tinggi di London. Lalu menemukan hasil bahwa virus Corona itu tidak bisa bertahan hidup di air kolam renang dan tidak lagi menular.

Komentar (0)

Komentar