Apa Sajakah Aturan Idul Adha 2021?

Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan saat Hari Raya Idul Adha. Aturan-aturan yang dikeluarkan meliputi aturan laju perjalanan, malam takbiran, Shalat Hari Raya Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban.

Aturan perjalanan libur Idul Adha 2021:

1. Perjalanan antar kota hanya untuk orang yang memiliki keperluan di sektor esensial dan kritikal, serta memiliki keperluan mendesak seperti pasien dengan kondisi sakit, ibu hamil, persalinan, dan pengantaran jenazah.

2. Perjalanan antar kota tetap memiliki syarat yaitu tetap menggunakan apa yang diterapkan saat ini ditambah dengan Surat Tanda Registrasi Pekerja atau STRP dan surat keterangan lain yang mencakup hasil tes antigen atau PCR negative maksimal 2 x 24 jam, membawa surat vakasinasi, dan surat keterangan yang ditandatangani oleh perusahaan atau pejabat minimal eselon II dengan stempel basah dan tanda tangan elektronik.

3. Surat vaksinasi diberlakukan secara umum untuk berkas perjalanan kecuali kendaraan pelayanan distribusi logistik atau orang dengan kepentingan mnedesak yang telah dijelaskan pada poin pertama tadi.

4. Bagi yang usianya di bawah 18 tahun maka dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu.

Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengeluarkan edaran mengenai Shalat Idul Adha dan kurban 1442H.

Aturan penyelenggaraan malam takbiran:

1. Takbiran dilakukan secara terbatas paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid atau surau. Namun harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan.

2. Kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan.

3. Kegiatan takbir dapat disiarkan secara virtual dari masjid/surau sesuai ketersediaan perengkat telekomunikasi.

Aturan Shalat Idul Adha:

1. Shalat Hari Raya Idul Adha di lapangan terbuka ditiadakan untuk daerah yang zona merah dan oranye.

2. Shalat Hari Raya Idul Adha dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/surau namun hanya di daerah yang dinyatakan aman dan dari Covid-19 dan di luar zona merah dan oranye, berdasarkan penetapan daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

3. Adapun jika melaksanakan Shalat Hari Raya Idul Adha dilaksanakan sesuai dengan rukun islam dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

4. Jamaah Shalat Idul Adha paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid/surau. Selain itu jamaah harus membawa perlengkapan pribadi.

Aturan pelaksanaan kurban:

1. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 11,12, dan 13 zulhijjah dan pemotongan hewan dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R).

2. Selama pemotongan hewan dan pembagian hewan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.

Komentar (0)

Komentar