Keefektifan Donor Plasma Konvalesen

Sebelum mengetahui keefektifan donor plasma konvalesen, Anda perlu tahu dulu nih apa itu donor plasma konvalesen.

Plasma konvalesen dikenal sudah lama sebagai sebuah metode terapi. Terapi ini berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas infeksi akan membentuk antibodi di tubuhnya setalah sembuh.

Secara sederhana, terapi plasma konvalesen dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang tengah mengalami infeksi.

Lalu mengapa donor plasma konvalesen menjadi hal yang penting untuk dilakukan? Ada dua fungsi donor plasma konvalesen yaitu antiviral effect (antivirus) dan immunomodulatory effect.

Sebagai antivirus, plasma konvalesen yang mengandung antibodi dapat mengikat tangan-tangan virus sehingga tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Virus sendiri harus masuk ke dalam tubuh agar tetap hidup, jika diselimuti antibody maka virus tidak bisa masuk dan akhirnya mati.

Fungsi yang kedua yaitu pada pasien yang sedang sakit dikeluarkan sitokin yang bisa menyebabkan peradangan. Jika sitokin dibiarkan bebas maka akan menyebabkan kerusakan jaringan. Plasma konvalesen berfungsi untuk mengikat sitokin tersebut, maka dari itu plasma ini juga berfungsi sebagai immunomodulatory.

Sedangkan keefektifan dari metode terapi plasma konvalesen ini sendiri adalah sudah dilakukan di banyak negara di dunia.

Beberapa laporan menyebutkan jika hasilnya baik, dan ada juga yang menyebut sekitar 50 persen penerima terapi ini mengalami kondisi membaik.

Namun, ada pula beberapa laporan lain yang cenderung menyatakan terapi ini tidak berefek signifikan.

Apa saja sih syarat untuk melakukan donor plasma konvalesen?

Syarat untuk menjadi dnoor plasma konvalesen harus memenuhi beberapa kriteria tertentu, yaitu:

· Berusia antara 18-60 tahun.

· Sudah pernah terkonfirmasi Covid-19 (PCR positif) dan sudah dinyatakan sembuh.

· Tidak bergejala minimal 14 hari setelah sembuh.

· Berjenis kelamin laki-laki atau perempuan diutamakan yang belum pernah hamil.

· Diutamakan bagi mantan penderita Covid-19 ketika infeksi mengalami gejala sedang-berat.

Komentar (0)

Komentar