Waspada Happy Hypoxia yang Tidak Disadari

Tahukah Anda jika ada salah satu gejala Covid-19 yang kerap tidak disadari namun dapat berakibat fatal?

Happy hypoxia syndrome atau dikenal dengan happy hypoxia adalah salah satu gejala tersebut.

Istilah happy hypoxia ini digunakan untuk menunjukkan kondisi berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh tanpa menimbulkan gejala.

Biasanya orang yang saturasi oksigennya menurun maka akan mengalami tanda kekurangan oksigen seperti sesak napas, terengah-engah, sakit kepala dan gelisah, atau sebagian kulit akan terlihat kebiruan.

Ada beberapa menyebutkan bahwa happy hypoxia terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh virus Corona.

Hingga saat ini penyebab happy hypoxia belum diketahui secara pasti. Selain itu ada pula teori yang menyebutkan bahwa happy hypoxia terjadi karena gangguan pada sistem saraf yang mengatur kadar oksigen dalam darah.

Happy hypoxia ini jika terlambat ditangani maka akan membahayakan nyawa penderita. Maka dari itu sangat penting untuk Anda mengetahui gejala happy hypoxia.

Penyebab happy hypoxia pada pasien Covid-19 sendiri karena pengentalan darah atau koagulasi yang meluas di jaringan pembuluh darah paru-paru.

Kondisi seperti ini dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh. Ketika mengalami peradangan protein seluler akan membentuk bekuan darah sebagai respons alami kekebalan tubuh. Namun apabila berlebihan sel di jaringan paru-paru tidak bisa menerima pasokan oksigen yang memadai.

Tanda-tanda happy hypoxia

Kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen) pada kondisi normal ada pada rentan 95-100 persen atai sekitar 75-100 mmHg.

Gejala hipoksia ini berbeda-beda pada setiap penderitanya. Ada beberapa gejala hipoksia yang umum, yaitu:

· Tubuh terasa lemas

· Kulit terlihat pucat

· Batuk-batuk

· Sakit kepala

· Sesak napas

· Kuku dan bibir berwana kebiruan

· Detak jantung mnejadi cepat atau melambat

Selalu jaga kesehatan dan stay safe everyone!

Komentar (0)

Komentar