Apa Itu Covid-19 Varian Mu dan Benarkah Kebal Terhadap Vaksin?

Akhir-akhir ini berita mengenai varian baru dari Covid-19 yang bernama “Mu” ini mulai ramai diperbincangkan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewaspadai mutasi virus Corona varian Mu atau juga yang dikenal sebagai varian B.1.621.

Covid varian Mu ini adalah varian kelima dari Covid-19 yang diawasi oleh WHO sejak Maret yang lalu. Selain itu varian terbaru ini dirasa memiliki konsentrasi yang berbeda dari varian lainnya.

Tak hanya itu, WHO memperingatkan varian ini memiliki sejumlah mutasi yang menunjukkan dia bisa lebih tahan terhadap vaksin, meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

Ciri-ciri varian Covid Mu:

· Kebal terhadap vaksin

Varian Mu diketahui sekelompok mutasi yang membuatnya lebih tahan terhadap vaksin. WHO juga mengatakan bahwa varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang berpotensi dapat lolos dari sistem kekebalan. Namun laporan ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Sedangkan menurut PHE, varian ini memiliki resistensi yang sama dengan varian Beta terhadap kekebalan yang dihasilkan dari vaksinasi, tapi ini masih butuh banyak bukti penelitian untuk mengonfirmasi pernyataan tersebut.

· Memiliki cara mutasi yang sama dengan varian Beta

Virus satu ini pertama kali ditemukan di Amerika Selatan, teridentifikasi di wilayah Kolombia pada Januari 2021 lalu. Dari awal ditemukannya varian ini cara mutasinya mirip dengan varian Beta. Namun, para ilmuwan masih meniliti tingkat penularan dan dampak yang ditimbulkan dari varian baru ini.

Sampai saat ini penyebaran varian Mu di antara kasus Covid-19 di dunia berada di bawah 0,1 persen, shingga saat ini varian Mu masih terus diawasi perkembangannya.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan varian baru Corona Mu ini belum terdeteksi di Tanah Air.

Semua virus dapat bermutasi dari waktu ke waktu, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19. Besar mutasinya sendiri berpengaruh pada sifat virus. Mutasi virus dapat memengaruhi seberapa virus iru menyebar, tingkat keparahan, ketahanan terhadap vaksin, dan tindakan pencegahan lainnya.

Komentar (0)

Komentar