Ini Dia Syarat Ibu Hamil Dapat Menerima Vaksin

Masa pandemi seperti sekarang ini tidak hanya tenaga kesehatan dan lansia saja yang rentan terpapar Covid-19, namun ibu hamil juga cukup berisiko.

Hingga saat ini sudah ada beberapa kasus positif Covid-19 yang menyerang ibu hamil, hal ini pastinya akan membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan.

Kementerian Kesehatan telah resmi mengeluarkan rekomendasi terkait pemberian vaksin Covid-19 kepada ibu hamil.

Melansir dari halodoc surat edaran Kemenkes, jenis vaksin yang digunakan untuk ibu hamil adalah Pfizer, Moderna, dan Sinovac.

Lalu apa saja syarat ibu hamil agar dapat menerima vaksinasi?

Berdasarkan Surat Edaran HK.02.01/I/2007/2021 tentang vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 syarat ibu hamil boleh vaksin Covid-19 antara lain:

1. Suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celsius

2. Tekanan darah di bawah 140/90 mmHg. Apabila hasilnya di atas 140/90 mmHg maka pengukuran akan diulah lagi dalam 5-10 menit kemudian, namun apabila masih di atas ambang batas tersebut vaksinasi akan ditunda.

3. Usia kehamilan di atas 13 minggu atau di trimester kedua.

4. Tidak ada tanda-tanda preeklamsia seperti kaki bengkak, sakit kepala, nyeri ulu hati, pandangan kabur, dan tekanan darah di atas 140/90 mmHg.

5. Tidak memiliki riwayat alergi seperti bengkak, bidur di tubuh, dan sesak napas.

6. Penyakit penyerta atau komorbid seperti jantung, diabetes, asma, penyakit paru, HIV, hipertiroid/hipotiroid, penyakit ginjal kronik, dan penyakit liver masih terkontrol dan tidak ada komplikasi akut.

7. Penyakit autoimun atau menjalani pengobatan autoimun seperti lupus, penyakit dalam kondisi terkontrol dan tidak ada komplikasi akut.

8. Tidak sedang menjalani pengobatan untuk gangguan pembekuan darah, kelainan darah, defisiensi imun, dan penerima produk atau tranfusi darah.

9. Tidak sedang menerima pengobatan imunosupresan seperti kortikosteroid dan kemoterapi.

10.  Tidak terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu tiga bulan terakhir.

Para ibu hamil harus tetap berkonsultasi dengan dokter kandungan yang mengangani untuk melihat kesehatannya dan memastikan apakah sudah boleh menerima vaksin Covid-19 atau mungkin perlu ditunda.

Komentar (0)

Komentar